Puisi Rindu

 Angin yang menyelesaikan 


Ketika jauh dari mu yang tersayang

Tak heran jika rindu datang menyerang

Bergetar hati ketika ingat tatap mata mu

Merinding kalbu jika ingat nada suara mu



Titik kehampaan dalam rindu yang di rasa

Tak menemukan sang pujangga

Tak bertemu pemilik hasrat ketika cinta membara

Tak tau arah rindu hendak dibawa kemana

Tak paham arah jalan menuju peraduan


 Ketika kau jauh kedepan

Sedangkan ku tertinggal jauh di belakang

Dua insan yg lama tak bersua

Dua hati yg telah lama tak bertandang mesra

Ketika suara telah lama tak beradu cerita


Sering nalar timbul yg tak berakal

Ingin rasanya mengutarakan

Namun jarak yang luas terbentang

Impian utuh memanggil jauh


Kutitipkan rindu pada angin yg berlabuh

Berhembus perlahan melalui malam syahdu

Berharap kau merasakan kerinduan yang sama

Dan namamu selalu tersangkut di ujung doa ku. 







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita

Saya bukan Anda